Kamis, 30 Juli 2015

Arti Logo Lambang Propinsi Sumatera Barat SumBar

Pada waktu ini  kami dari tim litbang Nusagama akan memaparkan Arti Logo Lambang Propinsi Sumatera Barat SumBar sebagai berikut;




Bahwa Arti Logo Lambang Propinsi Sumatera Barat SumBar mempunyai makna budaya yang dalam.

ARTI BENTUK Bentuk perisai persegi lima, melambangkan bahwa propinsi Sumatera Barat adalah merupakan salah satu dari daerah-daerah propinsi dalam lingkungan wilayah negara kesatuan republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Rumah Gadang/Balai Adat adalah tempat bermufakat atau tempat lahirnya filsafat alam pikiran Minangkabau yang mashur, demokrasi menurut alur dan patut sebagai lambang konsekwen melakanakan demokrasi.

Atap Masjid Bertingkat Tiga dan Bergonjong Satu melambangkan salah satu dari bentuk rumah ibadah yang khas menurut arsitektur alam Minangkabau asli, yang melambangkan agama Islam sebagai salah satu agama yang pada umumnya dipeluk masyarakat.

Bintang Segi Lima melukiskan nur cahaya dari pada dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

tap Rumah Gadang/Balai Adat Minangkabau Bergaya Tajam dan Runcing ke Atas merupakan gaya pergas yang tangkas dalam seni bangunan khas alam Minangkabau yang melambangkan sifat rakyatnya yang dinamis, bekerja keras dan bercita-cita luhur untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.

Empat Buah Gonjong Rumah Adat/Balai Adat dan Sebuah Gonjong Mesjid yang Menjulang Tinggi Keangkasa melambangkan keluruhan sejarah Minangkabau dari zaman ke zaman dalam semboyan kata 'Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabulah '.

Gelombang Air Laut adalah suatu lambang dinamika dari masyarakt Minangkabau.

ARTI MOTTO
'Tuah Sakato' berarti sepakat untuk melaksanakan hasil mufakat/musyawarah dan sebagai slogan kata (tanda kebesaran) yang terkandung dalam pribahasa Indonesia 'Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh'

ARTI WARNA
Warna dalam lambang ini berarti/bermakna, Putih berarti suci, Merah Jingga berarti berani, Kuning Emas berarti agung, Hitam Pekat berarti abadi, tabah, ulet/tahan tapo, Hijau Cerah Bersrti harapan masa depan.

 Nilai Budaya

Kebudayaan yang hidup dalam Propinsi Sumatera Barat disebut kebu­dayaan Minangkabau. Berdasarkan pengamatan dan penelitian, kebuda­yaan ini cukup kaya, bersumber dari ni­lai-nilai luhur yang ditinggalkan atau diwariskan para nenek moyang. Kebu­dayaan ini pernah mengalami puncak keemasannya pada jaman kejayaan Kerajaan Pagaruyung, khususnya se­masa kepemimpinan Raja Adityawar­man.

Dewasa ini masyarakat Minang­kabau yang terkenal teguh dalam me­megang adat berusaha untuk memeli­hara khasanah budaya peninggalan para lelu­hur.

Propinsi Sumatera Barat memiliki satu lembaga adat yang amat berwibawa, yang terkenal dengan nama Lembaga Kera­patan Adat Alam Minangkabau atau LKAAM. Lembaga ini memiliki wewe­nang besar dalam menentukan masa­lah-masalah adat dan kebudayaan dalam masyarakat Minangkabau. Karena itu sungguh tidak menghe­rankan kalau seseorang yang diper­cayakan untuk memimpin lembaga ini dianggap memiliki satu kelebihan ter­sendiri sebagai seorang tokoh yang di­terima kaum adat.

Pada umumnya hal-hal yang ber­kenaan dengan kebudayaan itu dapat dikategorikan dalam empat bidang. Pertama adalah bidang kesejarahan serta permuseuman, kedua adat-istia­dat, bahasa dan sastra, ketiga keseni­an, dan keempat perbukuan atau per­pustakaan.

Bangunan bersejarah di Sumatera Barat antara lain meliputi : Istana Paga­ruyung, museum Taman Bundo Kan­duang di Bu­kittinggi, museum perjuangan rakyat, rumah gadang di Koto Nan Ampek, rumah gadang di Padang Lawas, balairung sari di Tabek serta mesjid di Ampang Gadang dan situs kepurbakalaan di Tanah Datar.

Falsafah Hidup Masyarakat setempat

Masyarakat Minangkabau dalam mengambil keputusan menggunakan motto :

"Bulek Aik Dek Pam Buluh, Buluk Kato De Mufakat", artinya segala sesuatu yang akan diputuskan harus dimusyawarahkan terlebih dahulu.

Motto bagi seorang pemimpin adalah :

"Tibo Dimato Dipiciangkan, Tibo Diparuk Dikampihkan", artinya  bagi seorang pemimpin harus bertindak adil, atau tidak pilih kasih.

Ada empat kriteria pokok seorang pemimpin menurut budaya Minangkabau :

Tinggi tampak jauah dan nan gadang jolong basuo, artinya tinggi kelihatan dari jauh dan yang besar awal bertemu.

Tinggi dek dianjuang, gadang dek diambak (tinggi karena diangkat, besar karena dipupuk), artinya keberadaanya diterima umat, kaum dan bangsa.

Tinggi menyentak rueh (tinggi karena ruas), artinya mempunyai integritas pribadi, berilmu pengetahuan, berwawasan luas.

Pemimpin didahulukan salangkah, ditinggikan sarantiang, artinya pemimpin tidak membuat jarak dengan rakyat.

Perlu diketahui bahwasannya untuk materi arti logo lambang Propinsi Sumatera Barat SumBar dalam dunia pendidikan termasuk bidang studi IPS Ilmu pengetahuan social. Dan dalam pembelajaran ini bukan hanya diberikan hafalan saja, namun ditingkatkan ke materi pemahaman siswa peserta didik. Dari topik pengembangan dari dasar pengetahuan contoh arti logo lambang Propinsi Sumatera Barat SumBar menjadi pemahaman adalah dalam bentuk memaknai akan  dan juga mengapresiasi arti tujuannya sehingga pembahasan lebih luas dan berbobot.
Maka dalam kegiatan pembelajaran tambahan berupa les privat di rumah atau bimbel juga diajarkan. Mengingat materi ini juga masuk dalam silabus dan evaluasi sekolah SD, SMP.  Makanya dalam kegiatan tambahan materi pelajaran sekolah berupa baik les privat maupun bimbel di kota-kota besar semisal les privat Jogja, Jakarta, Bandung, Medan, ataupun di Surabaya memasukkan tema materi arti logo lambang  Propinsi Sumatera Barat SumBar. Jika menurut jenjang pendidikannya materi pelajaran dapat diberikan pada les privat SD/MI, atau Les privat SMP/MTs serta Les privat SMA/K/MA tergantung dari siswa dan tenaga pengajarnya. Namun kadang juga penting untuk pengenalan gambar logo kepada anak usia PAUD-TK sebagai selingan materi utamanya Les Privat Calistung PAUD TK.
Lebih lanjut dengan adanya tambahan pengetahuan siswa dan pelajar semakin bertambah. Ke depan mereka memiliki pengertian yang lebih dalam dan kaya akan makna dari hal yang ia pelajari. Semoga materi tentang logo dan arti lambing pemprop maksudnya pemerintah propinsi di Indonesia bisa bermanfaat bagi generasi Gadget sekarang ini.


Arti Logo Lambang Propinsi Sulawesi Utara

Logo Lambang Propinsi Sulawesi Utara berbentuk uni dan menawan. Indah dan arstitiklah menunjukan kebanggaan karya anak Negeri. Sebagai Propinsi yang berada di ujung utara pulau Sulawesi, propinsi ini selalu mengembangkan segala potensi baik alama maupun sumber keindahan alamanya sebagai jasa wisata. Pada kesempatan ini kami tampilkan sebuah  tema tentang Arti Logo Lambang Propinsi Sulawesi Utara sebagai berikut:


Kamu mau beli bantal bermotif fotomu bisa, desain yang bagus dan menawan.

Bahwa Arti Logo Lambang Propinsi Sulawesi Utara mengandung nilai budaya yang dalam sebagai berikut:

Lambang Provinsi Sulawesi Utara berbentuk segilima sama sisi melambangkan "Pancasila"  sebagai dasar dan falsafah hidup Bangsa dan Negara Indonesia.

Bentuk  warna dan bagian-bagian lambang:

Warna dasar biru langit, sisi luar berwarna kuning.

Sebelah kanan terdapat buah pala terbuka, berjumlah 8 (delapan) buah, kulitnya berwarna kuning, biji pala berwarna merah, dirangkaikan dengan buah cengkih 17 (tujuh betas) buah yang warnanya merupakan perpaduan Warna hijau kemuning dan warna hijau kecoklat-coklatan.

Angka-angka pada cengkeh 17 (tujuh betas) buah, pala 8 (delapan) buah, dan padi 45 (empat puluh lima) butir adalah simbol yang menunjukkan "Hari Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia" yaitu 17-8-1945.

Ditengah-tengah lingkaran buah padi, cengkeh dan pala terdapat 23 (dua puluh tiga) untaian biji jagung yang berbentuk bulatan, terdapat 1 (satu) pohon kelapa berdaun 9 (sembilan) mempunyai akar 6 (enam) dan di bawah pohon kelapa terdapat 4 (empat) buah bibit kelapa melambangkan berdirinya Provinsi Sulawesi Utara tanggal 23 September 1964.

Pohon kelapa, padi, pala, jagung dan cengkeh menggambarkan keseluruhan kekayaan utama yang menjadi sumber hidup rakyat di daerah ini.

Dibagian bawah dari pohon kelapa terdapat pita putih berbaris merah dengan Warna hitam (warna bayangan) bertuliskan "Sulawesi Utara" dengan Warna merah.

Warna emas/orange melambangkan kekayaan, keagungan.

Warna biru/hijau melambangkan kemakmuran, kesuburan.

Warna kuning melambangkan kesejahteraan, kebesaran dan keluhuran.

Warna merah melambangkan keberanian, semangat yang menyala-nyala dan kecintaan kepada  Negara dan Agama.

Warna putih melambangkan kesucian, kedamaian.

Warna coklat melambangkan kecintaan kepada Tanah Air.

Warna hitam melambangkan kokoh, kuat, teguh dan kekal.

Warna ungu melambangkan kebanggaan.

Nilai Budaya

KOMANSILAN dan BOGAL (Gelang pria dan manik-manik wanita suku Bolaang Mongondow)

Komansilan gelang khusus kaum pria dan Bogal adalah manik-manik yang terbuat dari emas, juga ada yang terbuat dari buah BUNTOOI dan merupakan perhiasan sehari-hari bagi wanita.


KARAIMO' OMO (Pakaian kulit kayu suku Minahasa)

Di samping itu masih banyak nilai budaya dan nlai adat yang luhur. Keadaan alam dan masyarakat di Sulawesi Utara banyak memberikan khasanah nilai kemanusian yang berarti.

Sebelum orang Minahasa mengenal jenis-jenis kain bahan pakaian, maka mereka membuat pakaian dari bahan kulit kayu. Kulit kayu yang dipilih adalah kulit kayu TAYAPU.

MANABBA (Cara berburu suku Sangihe Talaud)

Berburu babi hutan dan sapi hutan yang biasanya dilakukan beramai-ramai oleh orang dewasa maupun anak-anak dan dilakukan seharian. Kegiatan ini biasanya mulai dilaksanakan pagi hari, diawali dengan pembagian tugas oleh orang yang akan mengepalai perburuan.

Upacara Adat yang masih dilestarikan antara lain :

MONONDEAGA

Upacara adat dari daerah Bolaang Mongondow yang dilaksanakan pada waktu anak gadis memasuki masa akil baliq yang ditandai dengan datangnya haid pertama. Daun telinga dilobangi dan dipasangi anting kemudian gigi diratakan sebagai pelengkap kecantikan dan tanda telah dewasa.

MUPUK IM BENE

Upacara adat dari daerah Minahasa berupa pengucapan syukur pallen pactio Masyarakat membawa/mempersembahkan segantang/sekarung padi bersama hasil ladang lainnya disuatu tempat (lapangan atau dirumah gereja) untuk didoakan. Dan setiap rumah/keluarga menyiapkan beragam makanan dan makan bersama dengan para tamu dengan sukaria.

METIPU

Merupakan upacara adat dari daerah Sangihe Talaud berupa penyembahan kepada Sang Pencipta alam semesta yang disebut BENGGONA LANGI DUATAN SALURAN, dengan membakar daun-daun dan akar-akar yang mewangi dan menimbulkan asap membumbung ke hadirat-Nya.

Falsafah Hidup Masyarakat Setempat.

BUTUNGAN

Janji yang diucapkan dalam adat masyarakat Bolaang Mongondow oleh 2 golongan yang dikuatkan dengan sumpah bahwa apabila ternyata kedua golongan ini tidak menaati perjanjian tersebut maka turunannya akan kena katula (butungan) yakni : MOTOTA W NA' SIMUTON artinya cair seperti garam, MODA YAG NA' KOLA WAG artinya hidung tidak sehat, RUMONDI NA' BUING artinya hitam seperti arang, TUMONOB NA' LANAG artinya meresap seperti di cucuran atap,  KIMBUTON IN T ALO artinya dihisap oleh tanah ditindaklanjuti,  DOROTAN IN MONTOY ANDI artinya ditindih oleh langit.

GUNDE (Pemujaan)

Didalam suatu upacara adat masyarakat Sangihe Talaud biasanya dalam upacara adat diperdengarkan jenis-jenis irama tambur yang sesuai fungsinya : MANGALA KAPITA (menyongsong pimpinan), MANEKING MAMATE (pengaturan tempat duduk), BAHEMA (irama tarik bendera), MAKIMAMBARU (irama isyarat bahwa meja telah siap).


MOTOTOBIAN, MOTOTOMPIAAN, BO MOTOTANOBAN

Mototobian, Mototompiaan, Bo Mototanoban atau dalam bahasa Minahasa “Si Tou Timou Tumou Tou? adalah falsafah hidup masyarakat Minahasa yang pengertiannya "Hidup untuk memanusiakan manusia" yang menunjukkan perjuangan hidup orang Minahasa dalam membentuk etos kerja maupun wawasan keterbukaan, toleransi dan demokrasi agar menjadi manusia yang berkualitas, maju, mandiri dan beradab dengan berlandaskan pada nilai-nilai dasar yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Ini didasarkan pada pandangan Dr. Sam Ratulangi. Nilai budaya tersebut terdiri dari : TOU ENTE (orang kuat gagah berani) berarti nilai budaya adat Minahasa yang berpijak pada adat istiadat, TOU NGA'ASAN (peranan ratio, pikiran, akal sehat) berarti dengan masuknya budaya asing terjadilah proses akulturasi, kepribadian, sikap prilaku dan gaya hidup, TOU SAMA Nilai budaya agama Kristen yang mengandalkan hal-hal bersifat teologi dan eskatologis menurut agama Kristen yang berdasarkan iman.

SOMAHE KAI KEHAGE

Adalah falsafah seorang pemimpin harus tetap teguh dan tabah dalam menghadapi sesuai cobaan.

Mototobian, Mototompiaan, Bo Mototanoban atau dalam bahasa Minahasa “Si Tou Timou Tumou Tou�? artinya pemimpin harus dapat menerapkan pola kepemimpinan sayang menyayangi, baik hati dan saling mengingat kepada sesama manusia

Perlu diketahui bahwasannya untuk materi arti logo lambang Propinsi Sulawesi Utara dalam dunia pendidikan termasuk bidang studi IPS Ilmu pengetahuan social. Dan dalam pembelajaran ini bukan hanya diberikan hafalan saja, namun ditingkatkan ke materi pemahaman siswa peserta didik. Dari topik pengembangan dari dasar pengetahuan contoh arti logo lambang  Propinsi Sulawesi Utara menjadi pemahaman adalah dalam bentuk memaknai akan  dan juga mengapresiasi arti tujuannya sehingga pembahasan lebih luas dan berbobot.
Maka dalam kegiatan pembelajaran tambahan berupa les privat di rumah atau bimbel juga diajarkan. Mengingat materi ini juga masuk dalam silabus dan evaluasi sekolah SD, SMP.  Makanya dalam kegiatan tambahan materi pelajaran sekolah berupa baik les privat maupun bimbel di kota-kota besar semisal les privat Jogja, Jakarta, Bandung, Medan, ataupun di Surabaya memasukkan tema materi arti logo lambang  Propinsi Sulawesi UtaraPropinsi Sulawesi Utara. Jika menurut jenjang pendidikannya materi pelajaran dapat diberikan pada les privat SD/MI, atau Les privat SMP/MTs serta Les privat SMA/K/MA tergantung dari siswa dan tenaga pengajarnya. Namun kadang juga penting untuk pengenalan gambar logo kepada anak usia PAUD-TK sebagai selingan materi utamanya Les Privat Calistung PAUD TK.
Lebih lanjut dengan adanya tambahan pengetahuan siswa dan pelajar semakin bertambah. Ke depan mereka memiliki pengertian yang lebih dalam dan kaya akan makna dari hal yang ia pelajari. Semoga materi tentang logo dan arti lambing pemprop maksudnya pemerintah propinsi di Indonesia bisa bermanfaat bagi generasi Gadget sekarang ini.

Arti Logo Lambang Propinsi Sulawesi Tenggara

Kesempatan kali ini kami sampaikan materi Arti Logo Lambang Propinsi Sulawesi Tenggara sebagai berikut;



Bahwa Arti Logo Lambang Propinsi Sulawesi Tenggara mengandung makna budaya sebagai berikut;

Lambang ini terletak di dalam suatu bentuk perisai lima, yang menunjukkan bahwa masyarakat Sulawesi Tenggara dalam segala segi peri hidup dan kehidupan, tetap berada di dalam Falsafah Negara Republik Indonesia Pancasila. Pada bagian sebelah utara terdapat tulisan berwarna merah “Sulawesi Tenggara” yang menunjukkan : inilah lambang dari Sulawesi Tenggara, lambang mana adalah menjiwai setiap warga Sulawesi Tenggara di waktu apa dan di tempat manapun ia berada. Warna merah melambangkan, berani mempertahankan yang hak.

Warna: ada empat macam warna sesuai dengan pembagian perisai menunjukkan bahwa pada waktu dibentuknya Propinsi Sulawesi Tenggara meliputi empat daerah.

    Hijau, adalah perlambang kesuburan, dan warna ini menunjukkan Kabupaten Kendari. Bahwa di Kabupaten Kendari baik untuk masa kini maupun masa-masa yang akan datang, cukup banyak tersedia tanahtanah pertanian yang dapat ditanami dengan segala macam bahan-bahan makanan dan bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya. Selanjutnya warna hijau ini menunjukkan warna hutan. Kabupaten Kendari cukup banyak hutannya yang menghasilkan berbagai macam kayukayuan yang membutuhkan pengolahan, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun keluar negeri. Warna hijau melambangkan doa harapan dan kepercayaan.
    Coklat, adalah menunjukkan tanah berwarna coklat yang mengandung nikel dan terdapat di Kabupaten Kolaka. Sebagaimana diketahui bahwa nikel adalah merupakan kebutuhan dunia., dimana nikel yang terdapat di Kabupaten Kolaka mempunyai daerah yang cukup luas serta kadar yang tinggi. Dengan nikel ini, Sulawesi Tenggara sudah dikenal dengan dunia luar.
    Kuning, adalah menunjukkan warna kayu jati yang terdapat di Kabupaten Muna. Kayu jati termasuk salah satu jenis kayu yang disenangi di dalam dan di luar negeri. Melalui kayu jati dari pulau Muna Sulawesi Tenggara dikenal oleh daerah-daerah lain di Indonesia maupun oleh dunia luar. Warna kuning melambangkan kejayaan masa silam, sekarang dan masa mendatang, keluhuran yang bijaksana dan cendekia.
    Hitam, adalah menunjukkan warna aspal yang terdapat cukup banyak di Kabupaten Buton. Aspal Buton ini udah dikenal sejak dahulu dan telah memberikan andilnya pada pembangunan tanah air kita khususnya dibidang prasarana jalan. Warna hitam melambangkan kemantapan, keteguhan dan kekekalan.

Keempat macam warna ini selain melambangkan jumlah kabupaten yang ada pada saat terbentuknya Provinsi Sulawesi Tenggara, juga sekaligus menunjukkan potensi yang ada di daerah ini cukup banyak, yang memberikan jaminan untuk masa depan daerah ini guna tercapainya kemakmuran dan keadilan yang diidamidamkan.

Dan inilah makna dan pengertian yang dikandung “padi dan kapas” yang secara nasional telah dikenal sebagai lambang untuk kemakmuran dan keadilan. Butir padi yang terdiri dari 17 butir, melambangkan tanggal 17, buah kapas yang terdiri dari 8 buah, melambangkan bulan 8/Agustus, tiap buah kapas dengan kelompok hijau 4 dan biji putih 5 melambangkan tahun 45. Hal ini mengingatkan Hari Proklamasi Negara RI. 17 Agustus 1945.

Mata Rantai yang disambung menjadi satu yang berjumlah 27 mata rantai merupakan perlambang kesatuan dan persatuan dari keempat kabupaten di Sulawesi Tenggara, yang dalam gerak langkah perjuangannya telah mempunyai kesatuan derap dan nada, yakni pembangunan di segala bidang; hal ini mengingatkan hari kelahiran Propinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 27 April 1964.

Kepala Anuang, mempunyai dua macam pengertian : Bahwa Anuang adalah suatu binatang yang mempunyai ciri khas yaitu: ulet, gesit dan militan.
Bahwa Anuang itu hanya terdapat di Sulawesi Tenggara pada khususnya dan Sulawesi pada umumnya. Jadi perlambang sebagai ciri spesifik untuk Sulawesi Tenggara.

Warna Putih, yang menjadi dasar dari kepala Anuang menunjukkan kesucian dan kebersihan, itikad baik secara tulus ikhlas bagi warga Sulawesi Tenggara dalam melaksanakan pengabdiannya untuk kemajuan daerah dan perkembangan Daerah Sulawesi Tenggara pada khususnya dan Negara Republik Indonesia pada umumnya. Warna putih melambangkan kesucian dan bersih tanpa pamrih.

Warna Biru Laut, mempunyai tiga macam pengertian : Yang menjadi dasar dari pada Daerah Sulawesi Tenggara ini menunjukkan makna sebagian dari alam geografisnya terdiri dari gugusan pulau yang dipisahkan oleh laut-laut yang penuh dengan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bahwa masyarakat Sulawesi Tenggara memiliki jiwa pelaut yang ulung. Warna biru laut melambangkan sifat kesetiaan, keluhuran dan kejujuran dalam pengabdiannya.

Perlu diketahui bahwasannya untuk materi arti logo lambang Propinsi Sulawesi Tenggara dalam dunia pendidikan termasuk bidang studi IPS Ilmu pengetahuan social. Dan dalam pembelajaran ini bukan hanya diberikan hafalan saja, namun ditingkatkan ke materi pemahaman siswa peserta didik. Dari topik pengembangan dari dasar pengetahuan contoh arti logo lambang  Propinsi Sulawesi Tenggara menjadi pemahaman adalah dalam bentuk memaknai akan  dan juga mengapresiasi arti tujuannya sehingga pembahasan lebih luas dan berbobot.
Maka dalam kegiatan pembelajaran tambahan berupa les privat di rumah atau bimbel juga diajarkan. Mengingat materi ini juga masuk dalam silabus dan evaluasi sekolah SD, SMP.  Makanya dalam kegiatan tambahan materi pelajaran sekolah berupa baik les privat maupun bimbel di kota-kota besar semisal les privat Jogja, Jakarta, Bandung, Medan, ataupun di Surabaya memasukkan tema materi arti logo lambang  Propinsi Sulawesi Tenggara. Jika menurut jenjang pendidikannya materi pelajaran dapat diberikan pada les privat SD/MI, atau Les privat SMP/MTs serta Les privat SMA/K/MA tergantung dari siswa dan tenaga pengajarnya. Namun kadang juga penting untuk pengenalan gambar logo kepada anak usia PAUD-TK sebagai selingan materi utamanya Les Privat Calistung PAUD TK.
Lebih lanjut dengan adanya tambahan pengetahuan siswa dan pelajar semakin bertambah. Ke depan mereka memiliki pengertian yang lebih dalam dan kaya akan makna dari hal yang ia pelajari. Semoga materi tentang logo dan arti lambing pemprop maksudnya pemerintah propinsi di Indonesia bisa bermanfaat bagi generasi Gadget sekarang ini.